image Komponen – Komponen Karburator dan Fungsinya Mangkok karburator ( float chamber ) Berfungsi untuk menyimpan bensin pada waktu belum digunakan. Klep / Jarum Pelampung Berfungsi untuk mengatur masuknya bensin kedalam mangkok karburator. Pelampung ( float ) Berfungsi untuk mengatur agar tetapnya bahan bakar didalam mangkok karburator. Skep / Katup Gas Berfungsi untuk mengatur banyaknya gas yang masuk kedalam silinder. Pemancar Jarum ( main jet / needle jet ) Berfungsi untuk memancarkan bensin waktu motor di gas besarnya diatur oleh terangkatnya jarum skep. Jarum Skep / Jarum Gas ( jet needle ) Berfungsi untuk mengatur besarnya semprotan bensin dari main nozzle pada waktu motor di gas. Pemancar besar / induk ( main jet ) Berfungsi untuk memancarkan bensin waktu motor di gas full ( tinggi ). Pemancar kecil / stasioner ( slow jet ). Berfungsi untuk memancarkan bensin waktu langsam / stationer. Sekrup Gas / Baut Gas ( throttle screw ) Berfungsi untuk setelan posisi skep sebelum di gas. Skrup udara / baut udara ( air Screw ) Berfungsi untuk mengatur banyaknya udara yang akan dicampur dengan bahan bakar. Katup Cuk ( choke valve ) Berfungsi untuk menutup udara luar yang masuk ke karburator sehingga gas menjadi kaya digunakan pada waktu start. Tipe Karburator Type karburator yang digunakan pada mesin motor ada 2 macam yaitu : o Karburator Arus Data yaitu karburator yang arah masuknya gas kedalam motor dengan arah datar, biasanya banyak digunakan pada motor buatan jepang. o Karburator Arus Turun Yaitu karburator yang arah masuknya gas kedalam motor dengan arah turun, biasanya banyak digunakan pada motor vespa, Lambretta, Bajaj dan sebagian pada motor jepang type SUZUKI FD 110 XC. Cara Kerja Karburator Pada waktu mesin di hidupkan silinder mengadakan gerak isap maka isapan tersebut mengisap udara luar masuk ke dalam motor melalui spoeyer/jet, maka tekanan udara di permukaan jet rendah dan dari dalam spoeyer tadi memancarkan bensin. Sedangkan pancaran tersebut berupa kabut bensin/atomisasi yang disebabkan oleh adanya udara yang mengalir melalui saluran udara ke masing-masing spoeyer. Baik itu merupakan slow jet atau main jet. Sehingga dengan mudah bercampur udara menjadi gas yang diperlukan oleh motor dan pencampuran ini disebut venture. Dan inilah cara kerja karburator pada umumnya baik pada putaran mesin rendah maupun tinggi. Tingkat Kecepatan Tingkat kecepatan terbagi 4 yaitu : o Putaran Stasioner (langsam) Posisi handle gas = 0 / lepas gas pada tingkatan ini bagian yang berpengaruh ialah sekrup udara (air screw) dan sekrup gas (throttle stop sore), apabila terjadi ketidak normalan didalam hidupnya mesin maka yang diperlukan di setel hanya dua bagian ini. o Putaran Rendah Diatas stasioner gas = 0 / 1/8. Pada tingkatan ini alat komponen karburator yang berpengaruh ialah sekrup udara dan coakan pada katup gas atau coak sekrup (cut away). o Putaran Menengah Diatas 1/8 sampai 3/4 gas, dan pada tingkatan ini komponen yang berpengaruh hanyalah coakan skep dan posisi tinggi jarum skepnya. o Putaran Tinggi Diatas 3/4 gas sampai dengan full yang berpengaruh pada tingkatan ini hanyalah besarnya lubang main jet

Selasa, 01 Oktober 2013

7 CARA MUDAH SETTING KARBURATOR

Merasa performa matik kamu agak menurun atau gejala aneh yang diperlihatkan oleh knalpot yang menembak pada saat gas di tutup? Hmmm, ini bisa jadi karena setingan karburatornya yang berubah.
Rasakan performa mesin yang tetap stabil setelah penyetelan pada karburator.
Pada umumnya karburator matic memiliki karburator jenis vakum. Dimana pada bukaan throttle alias skepnya berdasarkan peleh tingkat kevakuman pada ruang bakar. Sehingga pada saat menyeting setelan udaranya dibutuhkan keakuratan dan tehnik khusus. Apalagi pengaplikasian sistem choke otomatis untuk kadar emisi buang gas seperti Scoopy, Honda Vario, Beat, Xeon, Yamaha Mio dan matik jenis lainnya.
Sebenarnya prinsip untuk penyetelan udara pada karburator matic sama saja, akan tetapi untuk karburator matic dianjurkan untuk tidak melakukan penyetelan pada pilot air screw berbeda dengan motor manual. Maka dari itu untuk matik mempunyai ancer-ancer khusus seberapa banyak putaran pada sekrup udaranya.
Namun tidak usah khawatir, kita masih bisa melakukan pengecekan dan penyetelan simpel yang bisa mengembalikan performa mesin agar tetap terjaga lagi. Berikut  beberapa caranya.
  1. Apabila kondisi mesin dingin, putarlah pilot air screw sampai mentok searah jarum jam. Tapi jangan terlalu kencang, karena akan merusak dudukan pada sekrup udara. Untuk melakukan penyetelan pada pilot air screw dibantu dengan alat pengukur putaran mesin atau takometer.
  2. Setelah itu hidupkan mesin sampai mencapai suhu ideal kurang lebih selama 10 menit.
  3. Jika mesin sudah mencapai suhu kerja, atur stasioner mesin melalui lubang di boks bagasi hingga mencapai 1.700 rpm.
  4. Kemudian putar pilot air screw berlawanan arah atau searah jarum jan untuk mencari putaran mesin tertinggi. Jangan diputar menutup (searah jarum jam) karena itu akan membuat mesin menjadi turun.
  5. Jika sudah didapat pada putaran mesin tertinggi, berhentilah memutar pilot air screwnya. Kemudian teruskan dengan memblayer gas sebanyak 2 sampai 3 kali sambil merasakan masih ada keanehan atau tidak. Jika tidak berarti penyetelannya sudah cukup.
  6. Langkah terakhir jika sudah benar dan pas penyetelan pada pilot air screw, setel kembali stasionernya di putaran 1.700 ± 100 rpm.

1 komentar:

  1. mkasih infonya, koment blog aku febb
    http://nikmaafifa.blogspot.com/

    BalasHapus